Berniat Upgrade Hard Disk Laptop? Perhatikan Beberapa Hal Ini

0
178

Hard disk menjadi salah satu komponen terpenting pada laptop. Semakin besar kapasitas hard disk, maka semakin banyak pula data atau file yang bisa disimpan di dalamnya. Akan tetapi, suatu saat Anda pasti akan merasakan kapasitas penyimpanan pada laptop semakin menipis. Menjengkelkan rasanya, padahal umumnya hard disk bawaan laptop kapasitasnya sudah cukup besar.

Nah, solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah melakukan upgrade hard disk. Sayangnya, hanya tersedia satu slot hard disk pada laptop. Itu artinya Anda tidak bisa ‘menambah kapasitas’ dalam arti yang sebenarnya, dengan kata lain Anda harus mengganti hard disk lama dengan yang baru dan mempunyai kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Namun demikian, sebelum memutuskan untuk meng-upgrade hard disk laptop Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu. Berikut penjelasan selengkapnya.

Tips Upgrade Hard Disk Laptop Secara Aman

1Merk Hard Disk

Sama halnya seperti produk-produk elektronik lainnya, beda produsen pasti akan berbeda pula kualitasnya. Bukan hanya itu, tapi sebaiknya Anda juga membeli hard disk yang merknya sama dengan merk hard disk bawaan laptop. Tujuannya supaya performa yang Anda dapatkan tidak jauh berbeda. Selain itu Anda juga harus pastikan kalau ukurannya juga harus sama dengan hard disk yang sebelumnya.

Artiket terkait  Tips Membeli MacBook Bekas

2Kapasitas Penyimpanan

Namanya juga melakukan upgrade, tentunya Anda harus membeli hard disk yang kapasitas penyimpanannya lebih besar dari yang sebelumnya. Jadi misal hard disk bawaan laptop Anda kapasitasnya hanya 320 GB, maka setidaknya Anda harus membeli hard disk yang berkapasitas 500 GB atau 1 TB. Sebelumnya perkirakan dulu apakah Anda masih membutuhkan banyak ruang atau tidak ke depannya. Supaya bisa menyesuaikan hard disk berkapasitas berapa yang perlu Anda beli.

Artiket terkait  Bagaimana Cara Transfer File Antar Laptop Tanpa Flashdisk?

3Kondisi Hard Disk

Saat membeli hard disk, Anda bisa memilih yang kondisinya baru, seken atau rekondisi. Hard disk baru berarti sama sekali belum pernah digunakan sebelumnya. Biasanya masih terdapat segel atau label tertentu yang bisa digunakan untuk mengklaim garansi. Sedangkan yang seken tentu sudah digunakan oleh pemilik sebelumnya. Berbeda lagi dengan rekondisi, yang mana hard disk akan terlihat seperti baru lagi meski bukan baru.

4Harga

Barang yang baru harganya pasti akan mahal. Tapi supaya tidak membuat dompet Anda jebol, sebaiknya jangan membeli yang harganya terlalu mahal. Tiga poin sebelumnya setidaknya sudah bisa Anda jadikan sebagai acuan untuk menentukan hard disk harga berapa yang perlu Anda beli. Kalaupun Anda terpaksa membeli hard disk kondisi seken, karena harganya lebih murah, pastikan Anda memilih dengan teliti. Cek kondisi fisik hard disk, performanya dan pastikan Anda tidak tertipu oleh si penjual.

Artiket terkait  Cara Menambah VRAM Intel HD untuk ‘Angkat’ Game Berat di Laptop

5Menyalin Data

Nah, poin kelima ini sepertinya akan menjadi hal yang paling merepotkan. Untuk meng-upgrade hard disk, sudah pasti Anda harus menyalin atau memindahkan data dari hard disk lama ke yang baru. Bagaimana caranya? Nah, sebaiknya Anda pasang dulu hard disk baru Anda ke laptop. Sebelumnya jangan lupa instal sistem operasinya terlebih dahulu. Setelah itu pasang case hard disk dengan USB pada hard disk lama Anda. Hubungkan ke laptop, lalu pindahkan semua data Anda ke hard disk baru.

Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa tidak langsung memasangkan case USB pada hard disk yang baru? Sebab, kecepatan hard disk akan menurun jauh jika menggunakan USB. Sebagai jalan keluar lainnya, mungkin Anda bisa membeli hard disk eksternal, yang harganya memang sedikit lebih mahal.