Home » News » Pemuda 22 Tahun Hentikan Penyebaran Ransomware WannaCry

Pemuda 22 Tahun Hentikan Penyebaran Ransomware WannaCry

marcus hutchins

Pemuda 22 Tahun Hentikan Penyebaran Ransomware WannaCry (Foto: NY Daily News)

Beberapa hari lalu, dunia sempat dihebohkan dengan penyebaran virus komputer bernama WannaCry di jaringan komputer global, termasuk Indonesia. Virus berjenis ransomware atau program peminta tebusan itu menginfeksi banyak komputer-komputer di perusahaan penting. Adapun kinerja dari program jahat ini adalah ‘menyandera’ file tertentu dari komputer korban, lalu meminta tebusan untuk mengembalikan file yang disandera tersebut.

Di Inggris, virus ini diketahui sempat menyebabkan kekacuan pada jaringan komputer Layanan Kesehatan Nasional (NHS). Akibatnya, ribuan orang mengalami kerugian. Beruntung, seorang pemuda berumur 22 tahun asal Inggris berhasil menemukan cara untuk mematikan dan menghentikan penyebaran ransomware WannaCry itu.

Selengkapnya :  Kelebihan Laptop Microsoft Surface yang Pasti Bikin Kamu Ingin Punya

Pemuda ini bernama Marcus Hutchins atau yang dikenal dengan nama alias MalwereTech. Ia melakukan aksi heroiknya itu di dalam kamar di rumahnya. Hutchins sendiri adalah seorang peneliti di bidang teknologi keamanan siber. Setelah mengetahui adanya penyebaran ransomware berbahaya itu, ia langsung melakukan sebuah analisa unik.

Analisanya itu berbuah hasil dengan ditemukannya nama domain yang terdapat di dalam malware tersebut. Dengan kseigapannya, nama domain yang belum terdaftar itu segera ia daftarkan. Dilansir Business Insider, Hutchins mendapatkan sampel nama domain itu dari rekannya, yang juga seorang peneliti keamanan siber.

Selengkapnya :  Baidu Sedang Gencar Garap Asisten Virtual

Awalnya, Hutchins sempat merasa ragu dengan hasil analisanya itu. Ia pun sampai melakukan tiga kali pengujian untuk memastikan. Hingga akhirnya ia yakin dan mendaftarkan domain yang terdapat di dalam malware itu hanya dengan harga $10 saja.

Malware peminta tebusan itu pun tidak jadi menyebar luas setelah nama domain telah didaftarkan. Hutchins pun melakukan hal yang sangat berjasa, karena telah menyelamatkan banyak komputer-komputer penting di seluruh dunia.

Setelah berhasil melakukan aksi heroiknya itu, Hutchins tidak lantas jemawa dan menggembar-gemborkannya ke publik. Malah teman-temannya di media sosial yang mengatakan kalau Hutchins adalah si penyihir komputer yang berhasil menghentikan serangan ransomware WannaCry beberapa jam setelah penyerangan berlangsung.

Selengkapnya :  Apple Rencanakan Produksi GPU Secara Mandiri

Jika Hutchins tidak berhasil menemukan “kill switch” virus komputer tersebut, mungkin saja kerugian yang dialami para korban akan lebih besar. Sebab, sebelumnya saja komputer yang terinfeksi WannaCry sudah mencapai 200 ribu unit, seperti dilaporkan pengembang software Avast. Para korban pun dimintai tebusan sebesar $300 atau setara Rp 3,9 jutaan untuk mendapatkan kembali file yang dikunci oleh virus tersebut. BBC mengungkapkan kalau total uang hasil tebusan para korban ini telah mencapai 22 ribu poundsterling dalam bentuk mata uang digital Bitcoin.

About Bagas Dharma

Seorang penulis yang juga menekuni seni sulap dan suka sepakbola.