Home » News » Sebagian Besar Followers Twitter Donald Trump Abal-abal?

Sebagian Besar Followers Twitter Donald Trump Abal-abal?

followers twitter donald trump

Sebagian Besar Followers Twitter Donald Trump Abal-abal?

Amerika Serikat menjadi bahan pemberitaan global belakangan ini. Bagaimana tidak, pada gelaran Pemilihan Presiden terakhir, tidak hanya warga Paman Sam namun seluruh belahan dunia terkejut dengan hasil akhir yang diperoleh. Taipan besar dan ternama Donald Trump berhasil menang dan menjadi Presiden Amerika Serikat ke-45, menggantikan Barack Obama yang sudah menjadi Presiden selama dua periode berturut-turut.

Sebagian orang tidak menduga hasil yang sangat mengejutkan ini, mengingat citra Trump selama masa kampanye cenderung buruk dan sering mengeluarkan pernyataan yang kontroversial. Salah satunya adalah masalah imigran serta mengenai umat Muslim. Bahkan ketika sudah menjabat sebagai Presiden pun, Donald Trump tak hentinya mengeluarkan berbagai kebijakan yang memicu pro dan kontra di publik.

Selengkapnya :  AMD Ryzen 9 Akan Saingi Intel Core i9

Sebagai seorang figur publik yang dikenal secara global, Donald Trump turut menggunakan media sosial Twitter, seperti rekan-rekan selebritas lainnya. Akun pribadinya memiliki pseudonim @realDonaldTrump dan memiliki 27,7 juta pengikut. Sejak menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat, Trump juga menggunakan akun Twitter resmi milik Gedung Putih dengan pseudonim @POTUS, yang merupakan singkatan dari President Of The United States dan saat ini diikuti oleh 16,5 juta pengguna Twitter.

Selengkapnya :  Oppo F3 Plus Meluncur di Indonesia, Harganya Rp 6,5 Juta

Namun kabar kurang mengenakkan berhembus. Berdasarkan data dari Social Rank, lebih dari seperempat pengikut @realDonaldTrump di Twitter merupakan akun palsu dan pengguna pemula. Social Rank merupakan perusahaan start-up yang membantu merek dan figur publik menganalisa dan mendata pengikutnya.

Data tersebut menyebut jika lebih dari 7,5 juta alias 28 persen dari total pengikut Trump memiliki avatar telur. Pengguna dengan avatar telur ini biasanya tidak pernah mengubah gambar profil mereka dan cenderung diasosiasikan dengan reputasi buruk, seperti sebagai pelaku pelecehan dan penindasan. Karena hal tersebutlah maka pihak Twitter mengubah bentuk avatar dari telur menjadi siluet setengah badan dan kepala. Tujuannya untuk mendorong para penggunanya memasang foto mereka sendiri sebagai avatar.

Selengkapnya :  Telkomsel vs XL Axiata vs Indosat Ooredoo, Mana yang Terbaik?

Chief Executive Officer (CEO) Social Rank, Alex Taub, menyatakan ada dua faktor kemungkinan penyebab adanya akun dengan avatar telur. Pertama, dan lazim dilakukan, akun-akun tersebut adalah akun robot yang dibeli pengguna untuk meningkatkan jumlah follower. Kedua, jutaan akun robot tersebut dibeli untuk menargetkan seorang pengguna.

About Bagas Dharma

Seorang penulis yang juga menekuni seni sulap dan suka sepakbola.