Home » News » Baidu Sedang Gencar Garap Asisten Virtual

Baidu Sedang Gencar Garap Asisten Virtual

baidu

Baidu Sedang Gencar Garap Asisten Virtual

Asisten Virtual memang tengah menjadi tren bagi para pengguna smartphone saat ini. Bagaimana tidak? Dengan menggunakan aplikasi asisten virtual, maka pengguna smartphone akan mendapatkan berbagai kemudahan untuk menjalankan berbagai pekerjaan sehari-hari. Dari mulai membuat memo dan pengingat hingga menjalankan berbagai aplikasi, semua bisa dilakukan oleh asisten virtual yang terinstal di dalam smartphone.

Maraknya penggunaan asisten virtual lantas membuat salah satu perusahaan terbesar asal Tiongkok melirik ke arah pengembangannya. Perusahaan tersebut adalah Baidu, yakni perusahaan yang terkenal sebagai Google versi Tiongkok.

Artiket terkait  Penjelasan Xiaomi Soal Mi 6 yang Tanpa Jack Audio

Perusahaan raksasa teknologi itu kini dikabarkan tengah memusatkan perhatiannya pada pengembangan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (Artificial Inteligence). Nantinya, asisten virtual ini diharapkan tidak hanya menjadi asisten virtual yang dapat menjalankan perintah sederhana, melainkan sebagai aplikasi yang mampu mengolah berbagai informasi masukan sehingga menjadi asisten virtual yang pintar.

“Masa kejayaan kami di dunia mobile sudah selesai. Kini saatnya kami mengembangkan bisnis ke arah yang berbeda. Kami kini akan berinvestasi lebih di bidang kecerdasan buatan atau AI. Nantinya, kami akan memiliki strategi untuk mengubah pasar,” kata CEO Baidu, Robin Li saat diwawancara pada senin (3/4).

Artiket terkait  iPhone 7 Ini Meledak karena Baterainya Bermasalah

Perpindahan Baidu yang awalnya merupakan perusahaan di bidang mobil ke perusahaan yang fokus pada kecerdasan buatan membuat berbagai pihak berspekulasi. Salah satu dugaan penyebab Baidu putar haluan adalah karena berkurangnya penjualan mereka akhri-akhir ini.

Menurut data, keuntungan Baidu turun sebesar 6% dari rata-rata 30% dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Hal lain yang menjadi dugaan adalah salah satu situs milik Baidu bernama Nuomi mengalami penurunan sebanyak 59% hanya dalam waktu 12 bulan.

Artiket terkait  Indonesia Juara Pertama Kejuaraan Overclock Dunia 2016 Loh!

Penurunan Baidu juga ternyata sampai pada anak perusahaannya yang berfokus pada pelayanan bentuk fisik seperti Waimai yang merupakan layanan pesan antar makanan milik Baidu. Keuntungan Waimai dilaporkan merosot tajam pada akhir-akhir ini oleh Natalie Wu sebagai analis perusahaan di Tiongkok International Capital Corp. Dengan berbagai penurunan keuntungan ini, Baidu akhirnya memutuskan untuk merekrut mantan eksekutif Microsoft Qi Lu sebagai Chief Operating Officer yang akan membawa mereka ke bisnis baru di bidang kecerdasan buatan.

About Bagas Dharma

Seorang penulis yang juga menekuni seni sulap dan suka sepakbola.