Home » News » Ilmuwan Ciptakan Baterai Imut dengan Pendingin

Ilmuwan Ciptakan Baterai Imut dengan Pendingin

baterai smartphone

Ilmuwan Ciptakan Baterai Imut dengan Pendingin

Siapa yang tidak kenal dengan smartphone? Smartphone ibaratnya seperti komputer dalam bentuk mini, di mana memiliki prosesor yang berfungsi untuk menjalankan berbagai fungsi dalam perangkat cerdas tersebut. Seperti laptop dan komputer, prosesor smartphone juga rawan mengalami overheat alias panas berlebihan. Inilah musuh utama dari prosesor smartphone.

Para perusahaan teknologi pun tidak habis akal, mereka lalu mengembangkan dan melakukan inovasi terhadap prosesor yang dibuatnya, menjadi lebih kuat dan lebih mampu menahan hawa panas. Seperti yang dilakukan oleh Qualcomm, membuat berbagai chip Snapdragon yang biasa digunakan oleh sebagian besar produsen smartphone global. Atau seperti Intel yang membuat chip khusus untuk smartphone di mana memiliki kinerja yang cukup bertenaga dan cepat.

Baca :  Life Hack dengan Smartphone yang Bisa Membantu Keseharian

Meskipun demikian, ternyata ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah dan menghindari perangkat smartphone mengalami overheat. Sekelompok ilmuwan dari IBM dan ETH Zurich berpikir jika masalah ini juga bisa diatasi dengan mengembangkan fungsi baterai di smartphone.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari BGR, Rabu (29/3/2017), para ilmuwan ini mengembangkan baterai flow berukuran kecil. Baterai ini menggunakan elektrolit yang dilarutkan dalam cairan untuk menyimpan beban. Seperti kebanyakan cairan yang digunakan untuk baterai, jenis ini mampu menghantarkan panas cukup baik. Panas pun bisa disebarkan secara merata oleh cairan ini ke seluruh bagian ponsel. Hal ini mampu membuat temperatur ponsel menjadi lebih stabil.

Baca :  Daftar Harga Paket Internet Simpati Flash Ultima Zona 4 Terbaru

Mereka juga mengembangkan pengaturan yang membuat baterai tidak hanya mampu menghadirkan daya, tetapi juga menjadi medium untuk mengusir panas yang dihasilkan dari kinerja prosesor. Sebenarnya baterai flow ini bukanlah teknologi baru, namun implementasinya cukup unik. Masalahnya, baterai jenis biasanya berukuran sangat besar dan dipakai untuk menyimpan daya dalam waktu yang cukup lama.

Baca :  5 Cara Menjual Produk Secara Online

Para ilmuwan ini pun menggunakan air netral sebagai cairan pengangkut elektrolit. Tujuannya untuk memberikan arus yang lebih besar dan mempertahankan pemakaian baterai, sekaligus mengurangi degradasi dari waktu ke waktu. Mahasiswa Doktoral ETH Zurich Julian Marschewski mengatakan bahwa timnya merupakan kelompok pertama yang mengembangkan teknologi seperti ini.

About Bagas Dharma

Seorang penulis yang juga menekuni seni sulap dan suka sepakbola.